Cara Beternak Kelinci Dari 0 Sesuai Pengalaman Sendiri

Belakangan ini mulai maraknya budidaya hewan berjenis kelinci, di berbagai daerah sedikit meningkat dari sebelumnya,Kelinci yang merupakan hewan pemakan tumbuhan yang di sebut dengan istilah herbivora cukup populer di kalangan masyarakat .
pengalaman beternak kelinci

Binatang satu ini memiliki keistimewaan tersendiri yakni, selain memiliki postur tubuh yang mungil ditambah dengan daun telinganya yang menjuntai terlihat cukup menggemaskan.selain itu, hewan ini sangat di sukai di berbagai kalangan tak terkecuali oleh anak-anak bahkan satwa liar ini banyak di jumpai sebagai hewan peliharaan rumah.

Hewan ini pertama kali berkembang biak di daerah Afrika hingga ke daratan eropa namun akibat dari perubahaan jaman penyebaran kelinci pun bisa tersebar di seluruh dunia dan sampai saat ini di Indonesia pun memiliki ras kelinci sendiri.cara beternak kelinci

Jenis-jenis kelinci di bagi menjadi dua yaitu kelinci hias dan kelinci pedaging untuk kelinci hias mungkin sebagian masyarakat mengenal ras kelinci  dari jenis anggora saja sedangkan jika di telusuri lebih jauh jenis ras kelinci cukup banyak dan beragam mulai dari Rex,Belgian,Dutch,Netherland,Rex Carpet,Frechh lop dan masih banyak lagi.

bahkan bagi pecinta kelinci daging ada salah satu jenis ras yang sangat diminati masyarakat yakni jenis Flemish Giant.kelinci satu ini  bobot dalam usia dewasa bisa mencapai 22 kg bayangkan coba cukup besar kan bila disandingkan hewan peliharaan lain seperti kucing atau anjing dan harganya pun cukup fantastis untuk satu kelinci  saja peternak  bisa mengantongi uang sampai  jutaan rupiah per ekornya.

Selain menjadi hoby tersendiri beternak kelinci juga sangat menguntungkan sekaligus menjanjikan.hasil dari penjualan dagingnya sendiri di pasaran pun cukup ramai peminatnya.bahkan beternak kelinci jika di tekuni dengan baik  dapat dijadikan sebagai sumber penghasil rupiah,sebab kotoran dan air kencingnya dapat di gunakan sebagai pupuk tanaman dan juga laku di pasaran.

Kelinci yang efektif dipeternakan di areal belakang rumah dengan metode kandang berbentuk kotak.untuk meminimalisirkan lahan yang cukup sempit,dapat disarankan dengan cara menyusun kandang secara bertingkat caranya pun sangat sederhana setiap satu kandang kelinci harus diatapi alas dipan di atasnya,hal ini supaya kelinci terhindar dari kotoran dan juga air kencing dari kelinci lain.

Lebih efektifnya lagi  setiap kandang diisi oleh satu ekor kelinci karena bila dalam tahap usia dewasa kelinci kadang kala memperebutkan kelinci betina dalam hal ini,para kelinci jantan bisa saling menyakiti satu sama lain tentunya bisa berdampak sangat merugikan.selain berakibat luka yang cukup parah,terlebih lagi dapat mengakibatkan kematian dan  penjualanya pun tidak bisa maksimal.

sedangkan untuk jenis  kelinci hias perawatanya sendiri pun lebih extra dari pada kelinci pedaging dalam hal ini peternak disarankan  selalu menjaga kualitas dari bulunya,fisiknya,maupun kebersihanya agar dapat menjulang dalam hal harganya maka dari itu,baiknya dalam menginjak usia dewasa kelinci di pisahkan satu sama lainya.

Mungkin bagi masyarakat yang tinggalnya di areal perkotaan ataupun jauh dari persawahan jangan merasa cemas dengan makanan hewan kelinci ini.sebab,saat ini pakan kelinci tidak hanya memakai rumput saja kini banyak peternak kelinci memberi pakan hewan kesayanganya ini dengan makanan berjenis pelet dan untuk tempat penjualanya pun cukup banyak di pasaran bahkan saat ini dengan adanya e-comerrce (elektronick comerrce) banyak penjual lapak yang menjajakan makanan kelinci di layanan medsos.lewat jasa daring tersebut para peternak lebih mudah untuk mencari keperluan seperti pakan kelinci ataupun jenis kandang yang cocok.

READ  Jualan Kerupuk Melinjo Juga Bisa dapatkan Omset Jutaan Rupiah

Untuk menekan harga pakan kelinci yang cukup mahal di pasaran,para peternak bisa menggunakan cara lain untuk mengantisipasi supaya kelincinya tetap terpenuhi dalam hal gizi maupun dalam segi makanan.disini saya akan memberikan sebuah cara untuk membuat pakan alternatif yang bisa di aplikasikan sebagai makanan kelinci dan tentunya pakan ini sangat baik bagi pertumbuhan kelinci sendiri dan dagingnya pun lebih berisi.

Berikut pengalaman penulis dalam melakukan cara beternak kelinci mulai dari 0

Cara membuat pakan alternatif untuk kelinci

Bahan-bahan yang di gunakan

  1. Kosentrat pedaging ½ kg
  2. Nasi atau bisa menggunakan ampas tahu 5 kg
  3. Daun pepaya 2 kg
  4. Daun pandan  ½ kg
  5. Air secukupnya
  6. Garam secukupnya
  7. Bekatul 3 kg

Untuk langkah-langkahnya

  1. cincang terlebih dahulu semua bahan daun pandan dan daun pepaya
  2. masukan semua bahannya kedalam wadah yang cukup besar seperti ember
  3. masukan air secukupnya supaya tidak lengket dalam proses pencampuran
  4. masukan garam secukupnya kira-kira satu sendok makan
  5. campur semua bahannya
  6. masukan bahanya  dikit demi sedikit ke mesin penggiling disini bisa menggunakan alat penggiling  daging yang harganya cukup murah di pasaran.
  7. Bahan yang sudah jadi segera keringkan di bawah sinar matahari yang terik berkisar selama kurang lebih tiga hari supaya pakan pelet alternatif ini benar-benar mengeras dan langsung dapat dikosumsi oleh kelinci.

Proses perkembangan kelinci

Kelinci berkembang biak dengan cara melahirkan hewan mungil ini beranak pinak menginjak usia mulai dari 4-5 bulan untuk kelinci pejantan di umur empat bulan kadang kala sudah memperlihatkan tanda-tanda birahinya jadi sudah siap untuk proses perkawinan.sebelumnya,para peternak harus melihat calon indukan lebih dulu supaya anakan kelinci nantinya lebih berkualitas .untuk calon indukan bisa dilihat melalui berat,besar,bulu,warna,bentuk badan dan terpenting adalah kondisi kesehatannya.

bagi indukan kelinci  betina usai proses perkawinan dengan pejantan menjelang 28-30 hari kadang kala sudah mulai nampak sedikit gelisah,seperti sedang menggali sarang untuk anaknya.tanda-tanda seperti ini menandakan bahwa indukan betina segera melahirkan sebaiknya berikan tempat khusus bagi kelinci betina yang ingin melahirkan.satu indukan kelinci dewasa melahirkan anak-anaknya rata-rata berkisar 4 sampai 12 ekor hal ini juga tergantung dari besar dan kualitas  indukan kelinci tersebut.

Harga Kelinci di Pasaran Sekarang

Harga kelinci di pasaran pun saat ini bermacam-macam untuk jenis kelinci hias berkisar antara Rp 100.000-Rp.1.000.000 tergantung dari jenisnya sendiri bahkan bagi kelinci yang sering memenangkan perlombaan harganya bisa melejit tinggi  ke angka puluhan juta.

Bagi  kelinci pedaging  harganya juga cukup bervariasi mulai dari kelinci lokal saja bisa di hargai berkisar Rp 50.000 di pasaran  dan untuk kelinci pedaging yang berkualitas super seperti jenis Flemish Giant harganya  bisa mencapai jutaan rupiah.

Kesimpulan

Bagi peternak pemula bisa disarankan memulai bisnis budidaya kelinci ini mulai dari skala kecil sebab, untuk mengetahui lebih dulu tentang semua perawatan dan juga penanganan kendala kelinci.bagi anda yang merasa bingung untuk soal penjualanya saat ini  banyak komunitas peternak kelinci seperti di medsos (FB) atau lainya yang dapat anda ikuti.dalam grup tersebut di sediakan forum yang membahas seputar hewan kelinci dan transaksi  jual beli.

Tags:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of