Kesenian tradisional Jawa yang tidak tergerus oleh jaman

Perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini,mampu merubah daya pikir manusia ke era lebih modern.dulu sebagian mayoritas penduduk Indonesia masih percaya dengan istilah dongeng ataupun berbau klenik,namun sangat berbeda dengan saat ini.

seni jawa kuno

Kepercayaan orang jaman dulu  yang dianggap sebagai hal  kuno dan tabu oleh masyarakat sekarang berangsur-angsur hilang dan menjadi mitos belaka.kini dengan adanya sebuah teknologi yang semakin canggih lambat laun bergeser dari peradaban lama menjadi jaman maju yang lebih berkembang. dengan adanya sebuah  teknologi masa kini selain menjadi sarana sumber informasi yang cepat,selain itu lebih berguna membantu pekerjaan manusia dalam berbagai macam keperluan.

Tak terlepas itu sendiri,di Pulau Jawa sejak zaman dahulu sampai sekarang masih terkenal dengan unsur mistisnya terlebih lagi tentang peninggalan kerajaan pada masa silam yang sampai saat ini banyak ditemukan  bukti-bukti  berupa candi ataupun artefak.dengan hal ini,membuat berbagai macam kebudayaan di Pulau Jawa masih tetap terjaga sampai sekarang.

Namun ada hal yang unik di Jawa Timur mungkin sebagian masyarakat di Indonesia belom mengenal sebuah tradisi yang bernama tiban/cambuk berdarah.

Kesenian yang mayoritas di ikuti oleh pihak kaum laki-laki ini tetap berlangsung sampai saat ini.bahkan tradisi ini di gelar sebagai agenda rutin setiap tahunya.

Kesenian tiban ini merupakan sebuah tradisi  turun temurun yang muncul dari peradaban yang cukup lama.sejak beberapa tahun silam ritual kesenian ini sudah mulai ada dan di perkenalkan kepada masyarakat lain terutama di pulau Jawa.

Di  Jawa Timur sendiri ada beberapa daerah yang sampai saat ini tetap melestarikan kebudayaan cambuk berdarah terletak di desa sumberingin kecamatan sanankulon kabupaten blitar ritual ini,sangat dinanti oleh masyarakat setempat.

para warga mulai dari anak-anak,remaja bahkan orang tua tidak mau ketinggalan mereka datang dengan berbondong-bondong untuk menonton  pagelaran pertunjukan kesenian ini.

READ  Masker Oatmeal dan Segala Manfaatnya

Kesenian tradisional cambuk berdarah  di gelar di atas arena yang terbuat dari bilah bambu berbentuk persegi,dengan alunan musik gamelan khas jawa dan tarian dari para pemain menambah suasana semakin kental dan sakral.tak hanya itu,kesenian ini di mainkan oleh dua pemain yang bertelanjang dada dan saling menyerang satu sama lain,sebelum duel terjadi kedua peserta terlebih dahulu di beri sebuah intruksi dari wasit atau disebut dengan palandang untuk tidak memukul musuh pada bagian vital.

Sebelum naik ke atas arena pertunjukan,para peserta di beri rapalan berupa mantra khusus dari sesepuh desa dalam hal ini supaya para pemain tidak terjadi hal di luar dugaan seperti luka yang cukup parah.serangan dan  hentakan dari senjata yang mereka pegang berupa cambuk tak membuat para peserta merasa kesakitan.justru walaupun banyak darah yang mengucur dari sabetan senjata  cambuk yang terbuat dari rotan tersebut namun para pemain tidak begitu merasakan dan terus melanjutkan sampai di beri aba-aba dari wasit tanda berakhirnya permainan pada kedua peserta.

sementara pertunjukan ini pun sontak membuat warga setempat khususnya desa sumberingin begitu antusias untuk memadati pertunjukan cambuk berdarah tersebut. Tradisi ini digelar sebagai warisan budaya leluhur sekaligus meminta keberkahan kepada tuhan yang maha esa dan memohon supaya di turunkan hujan,sebab di musim kemarau yang melanda  sebagian sawah ataupun ladang para petani mengalami kekeringan yang menyebabkan hasil panen tidak maksimal.selain itu tradisi semacam ini di gelar untuk mengenalkan kepada para remaja supaya tidak meninggalkan kebudayaan yang telah di turunkan oleh para leluhur.

Tags:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of