Mengenal Sha Ine Ferbiyanti, Nyai Ontosoroh di Bumi Manusia

Mengenal Sha Ine Ferbiyanti, Nyai Ontosoroh di Bumi Manusia

Sha Ine Ferbiyanti, Nyai Ontosoroh

Bumi Manusia adalah buku pertama dari novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang pertama kali di terbitkan oleh Hasta Mitrapada tahun 1980. Buku yang sempat dilarang penerbitannya ini menceritakan tentang seorang pribumi bernama Minke, pribumi asli yang merupakan keturunan ningrat Jawa. Minke yang merupakan seorang siswa HBS ini digambarkan sebagai seorang revolusioner dengan berani memberontak terhadap kebudayaan Jawa dan berani melawan ketidakadilan yang terjadi di bangsanya.Nyai Ontorosoh, tampaknya nama itu tengah bergaung begitu keras setelah pada tanggal delapan belas Agustus lalu film Bumi Manusia resmi tayangkan.

Namun, ada satu tokoh yang lebih merebut perhatian penonton dari pada Minke di Film tersebut. Siapa lagi kalau bukan Nyai Ontosoroh, gundik sekaligus  ibu dari Annelies Mellema, istri Minke.

Baik di buku ataupun di dalam film, sosok Nyai Ontosoroh di gambarkan sebagai seorang nyai atau gundik yang tidak memiliki hak asasi manusia yang sepantasnya. Namun dengan statusnya yang dipandang rendah, figur Nyai Ontosoroh ini justru memiliki pendirian kuat, ulet dan pantang menyerah dalam berjuang, rasional dan mempunyai visi kebangsaan.

Dalam filmnya sendiri, sosok Nyai Ontosoroh berhasil di perankan dengan sangat baik oleh seorang aktris teater bernama Sha Ine Febriyanti.

Nyai Ontosoroh adalah seorang perempuan yang melampaui zamannya. Beliau adalah seorang gundik. Dari sosok Nyai Ontosoroh ini tidak hanya simbol perlawanan perempuan terhadap harkat dan martabatnya sebagai perempuan, tapi di sana ada persoalan harga diri sebagai pribumi dan sebagai bangsa Indonesia, gitu,” ujar Sha Ine.

Sebagai seorang pelakon teater, Ine ternyata sudah banyak mengikuti casting untuk peran Nyai Ontosoroh. Namun sebelum Film Bumi Manusia, ia tak kunjung mendapatkan peran tersebut. Sempat merasa putus asa, akhirnya penantian Ine terbayar ketika Hanung Bramantyo menapuknya sebagai sosok ibu dari Annelies Mellema di dalam filmnya tersebut.Sha Ine Ferbiyanti, Nyai Ontosoroh Bumi Manusia profile 2

READ  Yuk kenalan dengan Yoona, pemeran Eui-joo di film EXIT

Sebagai seorang aktris, nyatanya Ine juga memiliki kesulitan dalam memerankan Nyai Ontosoroh, salah satunya adalah perbedaan karakter dari dirinya dan Nyai Ontosoroh. “Nyai Ontosoroh ini, kan karakternya apik, rapi dan sebagainya. Kalau saya, kan cuek.” Namun hal ini tak lantas membuat Ine kewalahan. Ia dengan sengaja mengunjungi set film pagi-pagi dan  membersihkan meja rias Nyai Ontosoroh, untuk lebih mendalami perasaan serta karakter yang ia perankan.

Tak bisa diragukan lagi, kemampuan berakting milik Ine memang bukanlah sesuatu yang baru. Ia mendapatkan banyak peran dalam pentas teater bahkan sempat mendapatkan kesempatan untuk ikut andil dalam pementasan kolaborasi teater di Jepang yang berjudul The Whale on The Shouth Sea bersama tujuh sejawatnya yang lain. Hebatnya, pementasan ini berlangsung sampai dua puluh tujuh kali, yakni dua puluh tiga kali di Tokyo dan empat kali di Okinawa.

Selain berperan, wanita kelahiran Semarang, Jawa Tengah pada empat puluh tiga tahun yang lalu ini juga sempat menggarap sebuah film omnibus berjudul Kita vs Korupsi (Selamat Siang Risa!) bersama empat sutradara lainnya guna menggalangkan kampanye antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2011.

Wanita yang memulai kariernya sebagai seorang Cover Girl Majalah Mode pada tahun 1992 ini sekarang telah memiliki tiga orang anak dari pernikahannya bersama Yudi Datau. Mengikuti jejak ibunya, Aisha Nurra Datau, yang merupakan anak sulung Ine juga mulai mengembangkan sayap aktingnya lewat film Iqro: Petualangan Meraih Bintang.Sha Ine Ferbiyanti, Nyai Ontosoroh Bumi Manusia profile

Tags:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of