Sinopsis Dan Info Gundala dan Sosok di Baliknya

Sancaka, begitu nama itu dikenal. Seorang lelaki yang menyembunyikan sosok Gundala dalam dirinya. Agaknya, nama Sancaka dan Gundala memang telah menjadi satu kesatuan. Sama halnya dengan embel-embel Hasmi di antara keduanya.

Siapa sih yang tidak mengenal komikus asal Yogyakarta tersebut. Penggemar Jagat Bumi Langit pasti sudah hafal dengan goresan ajaib pria dengan nama asli Harya Suryaminata itu tampilkan di seri-seri komik Gundala yang ia garap sejak tahun 1969 tersebut. Funfact saja, jika sebenarnya nama lahir sang komikus itu awalnya Isman Surasa Dharmaputra. Namun karena sering sakit-sakitan, orang tua Hasmi pun mengubahnya menjadi nama yang sekarang orang-orang kenal. Kedua orang tua Hasmi yakin jika anaknya keberatan nama hingga sering sakit. Da untuk orang zaman dulu, mengubah nama si anak adalah satu-satunya cara yang bisa mereka tempuh dalam kondisi tersebut.

Hasmi yang dikenal dengan kesederhanaannya itu lahir pada tanggal 25 Desember tahun 1946. Hasmi yang sempat memutuskan masa kuliahnya di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) karena waktunya yang tersita habis untuk Gundala itu akhirnya kembali ke bangku pendidikan pada tahun 1971 di Akademi Bahasa Asing dan berhasil lulus tiga tahun setelanya.

Bagi Hasmi, menggambar adalah salah satu sumber kebahagiaannya. Pria yang juga kerap disapa Nemo ini aktif menulis komik dari tahun 1968 sampai dengan 1995.

Gundala sendiri nyatanya bukan ‘anak’ pertama yang Hasmi publikasikan. Ada Maza, karakter pertama yang pria tersebut luncurkan pada tahun 1968.
Maza merupakan sosok lelaki dengan badan kekar. Sekilas, perawakan Maza memang mirip dengan Tarzan. Namun jika Tarzan memiliki sahabat-sahabat dari hutan, lain halnya dengan Maza yang memiliki seorang sobat bernama Jin Kartubi, seorang abdi yang selalu menemani dan membantu Maza dalam setiap situasi.

READ  Film Korea yang Sedih Menguras Air Mata: Miracle in Cell No.7
Seri Komik Maza (Wikipedia)

Tapi memang harus diakui, Gundala Putra Petir adalah karya Hasmi yang paling terkenal. Kisahnya sendiri bercerita tentang seorang ilmuwan yang sedang melakukan penelitian mengenai serum penangkal petir.

Gundala Putra Petir (bumilangit.com)

Sancaka yang begitu ambisius akan pekerjaan kemudian kehilangan kekasih hatinya bernama Minarti. Hal ini disebabkan karena Sancaka yang melupakan hari ulang tahun Minarti, ia yang sedang berada di luar pun akhirnya tak sengaja tersambar petir. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz, sekaligus diberkati kemampuan super yaitu bisa memancarkan petir dari telapak tangannya dan kekuatan berlari secepat angin yang diberikan oleh Raja Taifun dari Kerajaan Bayu.

Gundala tayang pada tanggal 29 Agustus (kompas.com)

Berbeda dari versi aslinya, Film Gundala yang akan mulai tayang pada tanggal 29 Agustus ini justru mengangkat sosok Sancaka, seorang security yang telah menghabiskan masa kecilnya di jalanan.
Film garapan Joko Anwar ini tentu menjadi angin segar untuk industri film Indonesia, juga untuk penggemar cerita karya Hasmi tersebut.

Gundala sendiri sudah sempat di adaptasi ke layar lebar pada tahun 1981 dan di perankan oleh aktor Teddy Purba dan W. D Mochtar yang mengambil peran sebagai rival Gundala, yakni Ghazul.

Namun, apa pun bentuk dari Gundala. Entah itu sebagai sebuah film atau komik cetak, orang-orang akan tetap mengenal Hasmi sebagai orang dibalik gemilang dan imajinatifnya Gundala. Baik sekarang atau di masa yang akan datang. Meskipun beliau sendiri telah menutup mata sejak tahun 2016 lalu.

Sumber : Wikipedia, kompas.com, bumilangit.com dan sumber-sumber lainnya

Tags:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of